Pelestarian Alam di Pesisir seperti Indonesia kaya akan alam dan segala isinya. Kekayaan alam yang melimpah ruah dimanfaatkan oleh beberapa oknum yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan kejahatan. Pembalakan hutan menjadi masalah yang tak kunjung usai. Terjadi hampir di seluruh kawasan hutan Indonesia. Tidak hanya hutan darat, hutan mangrove yang berada di pesisir pun ikut menjadi sasaran. Sejatinya, adanya hutan mangrove menjadi salah satu upaya pelestarian alam di pesisir.
Hutan mangrove berada di tengah-tengah antara wilayah darat dan laut, sehingga keberadaan pohon mangrove sangat bermanfaat, baik dari segi ekonomis, fisik, maupun segi ekologis. Kini hutan mangrove semakin sedikit akibat penebangan liar oleh oknum-oknum yang tidak tahu akan pentingnya pohon tersebut.
Manfaat Hutan Mangrove

Hutan mangrove atau akrab disebut hutan bakau ialah hutan yang tumbuh di atas rawa, yang terletak di garis pantai. Hutan mangrove memiliki peranan penting dan sangat bermanfaat bagi penduduk sekitar pantai dan di lingkungan itu. Berikut merupakan beberapa manfaat hutan mangrove.
- Manfaat dari segi Ekonomis
Mangrove menjadi salah satu sumber penghasil kayu seperti kayu bakar, arang, kayu untuk kontruksi bangunan. Selain menghasilkan kayu, mangrove juga dapat dijadikan bahan baku pembuatan makanan, tekstil, kertas, penyaakan kulit, dan lain sebagainya. Dari segi ekonomi, hutan mangrove bermanfaat sebagai objek wisata keluarga untuk edukasi pada anak akan pentingnya mangrove bagi pesisir. Menawarkan keindahan vegetasi dan satwa, serta perjalanan mengitari hutan mangrove.
- Manfaat dari segi Fisik
Vegetasi mangrove berfungsi sebagai pencegah erosi dan abrasi. Akar-akar pohon mangrove secara efisien melindungi tanah. Mencegah intrusi air laut dengan cara mengendapkan lumpur di akar pohon bakau sehingga air tidak payau dan dapat dikonsumsi manusia.
- Manfaat dari segi Ekologis
Hutan mangrove berfungsi sebagai tempat hidup anekar ragam satwa serta sumber makanan di dalamnya. Akar tongkat pohon mangrove memberi zat makanan dan menjadi daerah pembesaran hewan laut, seperti ikan, udang, kepiting, dan kura-kura.
Berikut ini ulasan proses persemaian hingga pembibitan pohon mangrove.
- Pengumpulan buah mangrove
Pengumpulan buah mangrove yang akan dijadikan bibit tanaman mangrove, dilakukan sebelum melakukan persemaian.
- Penyiapan bibit
Bibit mangrove yang akan ditanam hendaknya berasal dari tempat terdekat, bibit disesuaikan dengan kondisi tanahnya. Persemaian harus dilakukan dilokasi tempat bibit tersebut akan ditanam. Hal itu untuk penyesuaian bibit agar dapat beradaptasi dengan lingkungannya.
- Pemilihan bibit mangrove
Bibit mangrove harus berasal dari buah yang berkualitas
- Persemaian bibit mangrove
Persemaian bibit dimulai dengan memilih tempat persemaian kemudian membuat bedeng untuk proses tanam.
- Pembibitan Mangrove
Tahap yang pertama dalam proses pembibitan adalah mengisi tanah ke dalam kantong plastic atau botol mineral yang telah dilubangi bagian bawahnya. Kemudian buah langsung disemaikan ke kantong-kantong tersebut.
Dengan mengetahui kebermanfaatan pohon mangrove, hendaknya masyarakat semakin dewasa dalam bersikap. Jangan hanya demi rupiah kita merusak alam. Mari kita jaga bersama-sama kelestarian alam Indonesia ini.
Kontak Terkait
Kantor Dinas Lingkungan Hidup : Jalan Tapak, Tugurejo, Semarang,
Jawa Tengah, 50151
Jam Pelayanan:
Sen – Jum: 08:00 – 16:00 WIB
Telpon: (024) 8664742
Faximile: (024) 8664743
Email: dlh.semarangkota@gmail.com
WA PPID Kota Semarang : 08112681112